Sabtu, 03 September 2016

No Title

Sahabat dan waktu

Aku adalah seorang pelajar di salah satu SMP yang ada di salah satu kota di Indonesia. Seperti pelajar pada umumnya setiap hariku penuh dengan belajar dan membaca buku-buku yang setiap hari pasti kulihat yang kadang membuatku merasa bosan. Di hari itu aku teringat kenangan waktu aku dan sahabat ku dulu semasa kami akrab. Hari itu merupakan hari yang  sangat aku suka yaitu hari minggu karna bisa terhindar dari buku-buku pelajaran yang membuatku pusing dengan segala halnya. Aku sudah mengenal sahabatku yang satu itu mulai dari aku kecil, rumah sahabat ku itu satu lorong denganku tepatnya kami tetanggaan dan pada waktu tingkat sekolah dasar kami pun sangat akrab. Kedua orang tua sahabatku telah tiada sejak dia kecil dan sahabatku tinggal bersama kakek dan neneknya serta dengan paman dan bibinya.  Aku dan sahabatku itu senang sekali bermain walaupun pada waktu matahari sedang terik-teriknya. Pada waktu itu aku sedang senang-senangnya bermain dari mulai pulang sekolah sampai menjelang petang sehingga pada waktu itu kulitku berwarna coklat gelap berbeda dengan aku yang sekarang. Umur sahabatku hanya berbeda 1 tahun lebih kecil dari aku tepatnya dia adik kelasku. Dia masih kelas 6 sekolah dasar dan aku pastinya kelas 1 SMP. Sejak masuk SMP aku sudah mulai jarang bertemu  dengan sahabatku itu, karna dia sekolah pada waktu pagi dan aku pada siang hari yang pastinya membuat aku dan sahabatku tidak bisa bertemu dan biasanya kami hanya menyapa sebentar itu pun jarang sekali, karna itu untuk sekedar ngombrol masalah yang aku dan sahabatku hadapi saja tidak sempat apalagi untuk bermain. Aku pun terpikir ingin memanggil dia, lagipula hari itu hari minggu yang pasti banyak waktu yang bisa ku obrolkan dengan sahabatku, tetapi dianya dan keluarganya tidak ada dirumah, mungkin sedang mendatangi sebuah acara keluarga. Karna tidak ada orang aku pun pulang, walaupun belum bisa bertemu aku tidak sedih mungkin masih bisa di hari lain. Bulan demi bulan pun berlalu dia pun sudah SMP dan sekolah kami pun sama tapi masih terjadi kendala yang sama tetapi bedannya giliran dia yang waktu sekolahnya siang dan aku sebaliknya, waktu tersebut masih membuat kami tidak banyak waktu untuk mengobrol. Tapi pada akhirnya aku dan sahabatku bisa mengobrol kembali tetapi tidak seperti dulu yang pastinya tidak bisa kudapatkan pada waktu sekarang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar