Sahabat dan waktu
Aku
adalah seorang pelajar di salah satu SMP yang ada di salah satu kota di
Indonesia. Seperti pelajar pada umumnya setiap hariku penuh dengan belajar dan
membaca buku-buku yang setiap hari pasti kulihat yang kadang membuatku merasa
bosan. Di hari itu aku teringat kenangan waktu aku dan sahabat ku dulu semasa
kami akrab. Hari itu merupakan hari yang
sangat aku suka yaitu hari minggu karna bisa terhindar dari buku-buku
pelajaran yang membuatku pusing dengan segala halnya. Aku sudah mengenal
sahabatku yang satu itu mulai dari aku kecil, rumah sahabat ku itu satu lorong
denganku tepatnya kami tetanggaan dan pada waktu tingkat sekolah dasar kami pun
sangat akrab. Kedua orang tua sahabatku telah tiada sejak dia kecil dan
sahabatku tinggal bersama kakek dan neneknya serta dengan paman dan
bibinya. Aku dan sahabatku itu senang
sekali bermain walaupun pada waktu matahari sedang terik-teriknya. Pada waktu
itu aku sedang senang-senangnya bermain dari mulai pulang sekolah sampai
menjelang petang sehingga pada waktu itu kulitku berwarna coklat gelap berbeda
dengan aku yang sekarang. Umur sahabatku hanya berbeda 1 tahun lebih kecil dari
aku tepatnya dia adik kelasku. Dia masih kelas 6 sekolah dasar dan aku pastinya
kelas 1 SMP. Sejak masuk SMP aku sudah mulai jarang bertemu dengan sahabatku itu, karna dia sekolah pada
waktu pagi dan aku pada siang hari yang pastinya membuat aku dan sahabatku
tidak bisa bertemu dan biasanya kami hanya menyapa sebentar itu pun jarang
sekali, karna itu untuk sekedar ngombrol masalah yang aku dan sahabatku hadapi
saja tidak sempat apalagi untuk bermain. Aku pun terpikir ingin memanggil dia,
lagipula hari itu hari minggu yang pasti banyak waktu yang bisa ku obrolkan
dengan sahabatku, tetapi dianya dan keluarganya tidak ada dirumah, mungkin
sedang mendatangi sebuah acara keluarga. Karna tidak ada orang aku pun pulang,
walaupun belum bisa bertemu aku tidak sedih mungkin masih bisa di hari lain.
Bulan demi bulan pun berlalu dia pun sudah SMP dan sekolah kami pun sama tapi
masih terjadi kendala yang sama tetapi bedannya giliran dia yang waktu
sekolahnya siang dan aku sebaliknya, waktu tersebut masih membuat kami tidak
banyak waktu untuk mengobrol. Tapi pada akhirnya aku dan sahabatku bisa
mengobrol kembali tetapi tidak seperti dulu yang pastinya tidak bisa kudapatkan
pada waktu sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar